Thursday, October 6, 2022

Aluminium Composite Panel


 Anda pernah mendengar Aluminium Composite Panel (APC)? Barangkali istilah tersebut belum familier untuk sejumlah masyarakat. Soal ini tidaklah heran karena bahan konstruksi yang ini belum umum digunakan untuk hunian, tapi biasa digunakan buat bangunan komersil seperti gedung perkantoran, mal, atau hotel.


Dalam perkembangannya, material ini kian digemari untuk ditempatkan di bangunan hunian atau tempat tinggal. Terlebih lagi karena bahan ini banyak memiliki kelebihan yang dapat digunakan untuk mempercantik bangunan.


Apa sebenarnya Aluminium Composite Panel (APC) itu? Terbuat dari apa material itu serta apa kelebihannya? Dan bagaimanakah cara menempatkannya di tempat tinggal Anda? Kami akan membahas lengkap terkait material ini. Artikel ini akan berisi:


Mengetahui Aluminium Composite Panel serta Tipe-Jenisnya

1. Tipe polyester (PE)

2.Tipe polyvinylidene fluoride atau polyvinylidene difluoride (PVDF)


Kelebihan serta Kekurangan Aluminium Composite Panel

1. Mempunyai ketahanan tinggi pada situasi cuaca.

2. Memiliki berat enteng.

3. Gampang dibuat serta diterapkan.

4. Mempunyai ketahanan terhadap api.

5. Tahan pada bentrokan.

6. Permukaan rata serta lembut.

7. Banyak varian warna dan pola.


Trik Memasangkan Aluminium Composite Panel (APC)

1. Percayakan pengerjaan pada pakarnya.

2. Pastikan jika dinding plesteran siap.

3. Melakukan proses marking dengan cermat dan cermat.

4. Pastikan material sesuai detail ruang.


Brand Paling Referensi serta Harga Aluminium Composite Panel



1. Mengenal Aluminium Composite Panel (APC) serta Tipe-Jenisnya

Aluminium Composite Panel (ACP) adalah bahan bangunan yang dibuat dari kombinasi di antara plat aluminium serta bahan composite. Material ini berbentuk panel datar yang dibuat dari polyethylene (PE) dan dilapis dengan aluminium di kedua segi.


Proses pengerjaan ACP berawal dari biji bauksit menjadi material dasar aluminium yang dihaluskan dan digabung dengan beberapa bahan kimia yang lain. Kombinasi itu dipanaskan, disaring, dan dimurnikan dengan proses tertentu sampai membuat pengendapan alumina basah. Pengendapan itu selanjutnya dibuat dan terciptalah Aluminium Composite Panel (APC).


A. Tipe polyester (PE)

Seperti dilansir dari Idea, produk ini pun unggul untuk keperluan interior. ACP jenis polyester makin banyak dipakai untuk interior bangunan. Faktanya karena ACP tipe ini lebih tipis dan memakai 1 kali susunan, maka dari itu sesuai diterapkan sebagai plafon artistik, partisi, atau penutup kolom. Sementara untuk harga, ACP tipe polyester cukup dapat terjangkau di pasar.


B. Tipe polyvinylidene fluoride atau polyvinylidene difluoride (PVDF)

ACP tipe PVDF cocok ditempatkan untuk exterior bangunan. Ini lantaran tipe ACP ini memiliki beberapa kelebihan dibanding ACP tipe polyester yakni lebih tebal, tahan pada semua jenis cuaca, serta warnanya lebih bertahan lama. Walaupun harganya lebih mahal, ACP tipe PVDF lebih disarankan buat penggunaan untuk exterior.


2. Kelebihan serta Kekurangan Aluminium Composite Panel (APC)

Kelebihannya:

1. Mempunyai permukaan yang rata serta lembut.

2. Memiliki ketahanan yang lumayan tinggi pada cuaca dan iklim.

3. Bahan yang bagus untuk dekor baik exterior atau interior.

4. Mudah ditempatkan dalam beragam design ide kekinian.

5. Ada dalam beragam jenis warna dan skema.

6. Composite gampang dibuat, dilipat, dibor dan dilengkungkan dengan memakai perlengkapan konservatif atau perlengkapan simpel yang lain.

7. Bahan utamanya dibuat dari polyethylene hingga lembarnya tahan api.

8. Susunan permukaaan aluminium yang dilapis dengan polyester akan menambahkan ketahanan, kestabilan, serta tahan pada cuaca dan korosi.


Kekurangannya:

1. Hasil penelitian menjelaskan jika bahan pokok yang dibuat dari polyethylene serta lem pengikat ke susunan aluminium dalam temperatur panas yang tinggi akan keluarkan gas beracun.

2. Dalam temperatur tinggi, susunan pokok dapat menggelembung yang bakal menyebabkan permukaan aluminium tidak rata hingga dapat kurangi keelokan.

3. Kemampuan pada penekanan angin kurang hingga dalam konstruksi yang buruk akan beresiko pada keselamatan.

4. Bila mekanisme grounding buruk pada bangunan khusus, lembar cukup beresiko pada sikatan petir


3. Langkah Memasangkan Aluminium Composite Panel (APC)

Tugas 1. Penyiapan Teknis serta Non-Teknis

Tentunya pekerjaan pertama kali yang perlu dikerjakan diawali dengan penyiapan tugas, baik secara teknis ataupun non-teknis. Tugas teknisnya misalnya mob demob alat, material, dan tenaga kerja yang diperlukan. Dibutuhkan penyiapan alat bantu untuk mendukung tugas seperi scaffolding atau steger. Penyiapan untuk materialnya harus dilaksanakan dengan teliti, terutama penyediaan ACP. Mengusahakan agar perhitungannya benar serta code warnanya tepat. Karena jika sisanya kebanyakan bisa membuang budget sia-sia mengingat harga ACP yang lumayan mahal.


Sementara itu untuk tugas non-teknisnya terkait dengan pekerjaan administrasi. Contohnya seperti evaluasi lokasi, pengerjaan gambar design, penataan RAB (Gagasan Anggaran Belanja), dan lain-lain. Dari beberapa data yang telah diterima, kita dapat mempersiapkan budget dengan cara tepat dan mengalkulasi keperluan material untuk bangunan. Sehingga jalannya pembangunan bisa berlangsung secara lancar dan tidak mengalami kendala yang memiliki arti.


Tugas 2. Pengerjaan Rangka untuk ACP


ACP (Aluminium Composite Panel) terpasang di rangka yang sudah disiapkan secara eksklusif. Dalam pengerjaan rangkanya, kita harus perhatikan susunan yang diperlukan sama sesuai keadaan lokasi proyek tugas atau detail yang telah ditetapkan. Detail berkenaan pembikinan kerangka penempatan ACP selengkapnya akan kami ulas pada artikel seterusnya. Kali ini kami akan memberitahu tentang beberapa dasar pengerjaan rangkanya saja.

Silahkan hubungi: 0813-1560-7388

Pengerjaan rangka untuk ACP membutuhkan material-material berikut ini :



Hollow Galvanis atau Holow Aluminium

Anda dapat menggunakan hollow yang dibuat dari galvanis atau aluminium bergantung biaya, keperluan, serta detail yang dipastikan. Ketimbang hollow aluminium, hollow galvanis mempunyai harga yang lebih murah, lebih mudah dibuat, dan semakin kuat. Penempatan hollow ini dapat dikerjakan melalui pengelasan atau skrup baja ringan. Anda dapat menggunakan hollow mempunyai ukuran 2 x 4 dan 4 x 4. Rata-rata hollow 2 x 4 digunakan untuk ambangan. Sementara itu hollow 4 x 4 berperan sebagai penyangga karena memiliki struktur yang semakin kuat.


Braket Siku

Braket siku bermanfaat untuk memperkuat dudukan rangka hollow. Dalam pengerjaannya, braket siku ini bisa dipotong tiap 10 cm, 20 cm, atau sesuai keperluan. Penempatan braket siku ini dapat pakai dynabolt atau skrup pasang besar serta fischer untuk braket yang melekat pada dinding. Dan braket yang melekat di rangka ACP bisa dipasang menggunakan skrup atau lewat proses pengelasan.


Perakitan rangka untuk penempatan ACP harus dikerjakan dengan akurat sama sesuai ukuran modul ACP menurut detail dan gambar teknis. Contohnya di gambar diperlukan modul ACP yang memiliki ukuran 120 x 120 cm, karena itu perakitan rangkanya dapat menggunakan as yang memiliki ukuran 118 x 118 cm atau masih tetap pada ukuran as 120 x 120 cm tergantung sistem pemasangannya.


Kenapa harus 118 x 118 cm? Karena ACP mempunyai ukuran standar 122 x 244 cm/helai . Maka kalau kita turunkan dengan bendingan untuk kupingan sepanjang 2 cm untuk setiap pinggirnya, karena itu ukuran jadi 118 cm. Pada status kerangka semacam ini, ACP akan tersisa jarak antara modul (nat) sekitaran 1 cm. Anda dapat menggunakannya untuk memasang skrup pada brasing ACP dan rangka.


Sedangkan pada kerangka yang memakai jarak as sepanjang 120 x 120 cm normalnya akan tersisa nat yang semakin besar. Ini bisa menyebabkan finishing-nya menggunakan sealant menjadi lebih boros. Sementara itu dari sisi seni, penampilannya juga jadi kurang rapi jika natnya terlampau lebar. Terkecuali jika ACP itu dipasang pada bangunan-bangunan yang tinggi, justru nat ini sengaja ditonjolkan supaya penggunaan modul ACP-nya kelihatan terang.


Tugas 3. Pemasangan ACP dengan Baik

Mulai dengan lakukan tugas pengukuran sesuai sama modul yang sudah ditetapkan. Modul ini umumnya disamakan dengan kerangka yang telah dibikin awalnya. Di sini dibutuhkan beberapa perlengkapan kontribusi seperti hand router besar, hand router kecil, dan router CNC. Selanjutnya kerjakan pemangkasan atau pembikinan produk bendingan sesuai ukuran. Khusus kalau memakai hand router yang kecil, ukuran perlu ditambahkan 4,5 cm sama sesuai ukuran as routernya. Misalnya untuk membikin bendingan 2 cm, karena itu profile yang dibikin jadi 6,5 cm.


Setelah modul ACP selesai dibenting, tugas setelah itu menekuk bendingan itu dan memberinya braket aluminium. Khusus braketnya bisa memakai spigot atau stiffener. Perlu Anda kenali, profil spigot berupa siku aluminium. Dan profile stiffener seperti angka dua. Braket ini sendiri berfungsi untuk mengamankan ACP pada rangka menggunakan mekanisme skrup. Jumlah braket yang penting terpasang bisa disesuaikan menurut ukuran modul ACP. Adapun standarnya untuk modul berwujud kotak 118 x 118 cm yakni 8 biji yang terpasang setiap pinggir di bagian atas dan bawah.


Tahapan selanjutnya adalah memasang modul ACP pada rangka yang telah kita bikin. Langkah pemasangan ACP ini tinggal diikat saja memakai skrup dari braket ke rangka. Dianjurkan saat proses penempatan ACP ini dibantu dengan benang supaya tempatnya betul-betul lurus dari ujung satu ke ujung yang lain. Tidak hanya itu, Anda perlu mengupayakan agar tingkat tiap permukaan ACP tersebut sama rata dan tidak menggelembung. Usahakan supaya arah panah atau gambar yang ada di proteksi sama arahnya. Hal ini akan berguna sekali pada sisi seninya.


Tugas 4. Finising Penempatan ACP

Ini merupakan tugas tahapan paling akhir yang perlu dilaksanakan karena berpengaruh besar pada sisi seni ACP itu. Pekerjaan ini memerlukan sealant sebagai bahan intinya.



Alat dan Bahan:


1. Sealant: Seharusnya menggunakan sealant yang bersifat netral dengan warna yang sesuai warna nat.

2. Lakban kertas: Lakban kertas ini bermanfaat sebagai marking pemisah pada pinggiran nat agar sealant tidak meluber.

3. Backup/Karet busa spons: Perannya untuk mengganjal dasar nat supaya sealant tidak terlalu boros. Tentukan warna backup yang tidak memengaruhi warna sealant. Selainnya untuk menjejal nat, backup bermanfaat untuk menarik dan meratakan sealant.


Langkah kerja:


1. Sobeklah sedikit pelindung ACP yang ada pada pinggiran nat.

2. Ganjal sisi dasar nat antar-ACP memakai backup.

3. Gunakanlah lakban kertas setiap pinggiran nat sebagai marking.

4. Aplikasikan sealant pada celah-celah permukaan nat yang sudah diganjal backup.

5. Tariklah selant itu dan ratakan menggunakan tarikan backup.

6. Upayakan tarikannya sekali saja supaya hasilnya rapi dan rata.

7. Bebaskan lakban kertas sesudah permukaan sealant-nya telah rata.

8. Lakban kertas perlu dilepaskan secara cepat saat sebelum sealant jadi kering.

9. Sesudah percaya semua sudah rapi, bukalah perlindungan ACP.

10. Sesudah perlindungan ACP dilepaskan, tidak boleh menggenggam permukaan ACP kembali.


Silahkan hubungi: 0813-1560-7388

0 komentar:

Post a Comment

 
Top